Pengalaman Saya Menangani 24 Webshell dalam Semalam
Cerita personal menangani serangan hacker yang menginfeksi 18 website dalam satu hosting. Pelajaran berharga tentang keamanan digital.
Selasa malam, pukul 23:30. Saya hendak tidur ketika notifikasi WhatsApp masuk dari Fahrizal: “Website saya kena hack, tolong.”
Saya buka link-nya. Benar, halaman Moodle pendidikan itu hilang, diganti landing page judi slot online. Produk palsu. Review palsu. Rating 5/5 dari 189.341 review yang tidak pernah ada.
Saya tarik napas. Login FTP. Investigasi. Dalam 30 menit, Moodle kembali normal. Lega? Tidak sepenuhnya.
Karena firasat saya bilang: ini pasti bukan cuma satu website.
Pagi Harinya: Konfirmasi Terburuk
Keesokan pagi, saya minta akses penuh ke seluruh hosting. Dan benar, bukan satu website yang kena, tapi seluruh akun hosting terinfeksi.
24 webshell. 22 file marker. 1 directory lister. Total ~37 MB malware. Tersebar di 18 website yang berbeda, portal pendidikan, LMS, toko online, website yayasan.
Semua dari satu celah: plugin WordPress yang tidak di-update.
Saya duduk cukup lama membaca hasil scan. Bukan karena teknisnya sulit, tapi karena menyadari betapa rapuhnya infrastruktur digital kita.
Tiga Pelajaran Personal
1. Kepercayaan klien adalah titipan. Ketika seseorang memberikan akses ke sistemnya, itu bukan hanya kredensial, itu kepercayaan. Saya tidak bisa tidur nyenyak selama hosting itu belum 100% bersih.
2. Firasat itu penting. Kalau saya berhenti setelah Moodle kembali normal, 23 webshell lainnya masih akan bersembunyi. Mendengar “firasat” atau “gut feeling”, dalam konteks bisnis dan teknis, sering menyelamatkan kita dari masalah yang lebih besar.
3. Tools only take you halfway. Saya pakai AI agent untuk membantu scan dan eksekusi. Tapi keputusan strategis, apa yang perlu diperiksa, kapan berhenti, apa prioritas, tetap butuh manusia.
Apa yang Saya Lakukan
Membersihkan 24 webshell dari 18 website, mengganti index.php yang dideface, merestore .htaccess, dan memverifikasi semua hosting bersih total, semuanya selesai dalam kurang dari 24 jam sejak laporan pertama.
Tapi membersihkan hanya setengah perjuangan. Separuhnya lagi: memastikan ini tidak terulang. Itu butuh perubahan password, update plugin, dan kesadaran baru tentang keamanan digital.
📋 Baca case study teknis selengkapnya di GINK Digital.