Aji Saka: Yang Hilang dari Malin Kundang
Dua cerita, dua akhir yang beda. Malin Kundang dikutuk jadi batu. Aji Saka justru tinggalkan warisan yang dipakai sampai sekarang. Bedanya apa?
Konsultan Bisnis Syariah
Reformer Cara BapikirSaya dari Kumai. Hampir gagal sekolah di mata sistem, rugi dua ratus juta di usia muda, dan nyaris putus asa. Tapi dari situ saya nemuin pola: setiap masalah, keuangan, kesehatan, bisnis, akarnya selalu di cara berpikir.
Makanya saya pilih gelar Konsultan Bisnis Syariah. Biar orang datang tanpa defensif. Tanpa merasa digurui. Setelah duduk, baru saya kasih dalil, data, dan sistem yang ngubah cara mereka memandang masalah.
Sepuluh tahun ngobrol bareng pengusaha Sampit. Dari adab bisnis sampai hukum QRIS. Yang saya jual bukan jasa, tapi cara berpikir yang lebih baik, dengan fondasi Islam.
Punya beberapa sertifikasi. Tapi gak penting disebut di sini.
Produk bagus, tapi penjualan gak naik-naik. Ini masalah marketing, harga, atau cara Anda memandang bisnis?
QRIS, marketplace, dropship, affiliate, mana yang halal? Takut salah, tapi gak tau harus tanya siapa tanpa merasa dihakimi.
Belajar terus, bisnis jalan, tapi keluarga terbengkalai. Atau sebaliknya. Selalu merasa gagal di satu sisi.
Dua cerita, dua akhir yang beda. Malin Kundang dikutuk jadi batu. Aji Saka justru tinggalkan warisan yang dipakai sampai sekarang. Bedanya apa?
Saya punya tiga produk: Desktop, CLI, Mobile. Tapi kok rasanya ngurus tiga anak yang gak saling kenal? Saya tanya ke MESA. Jawabannya gak saya sangka. Dan kamu pasti gak nyangka 'kamu' di judul itu siapa.
Dari reruntuhan Ohara, Nico Robin selamat. Tapi di tanah Minang, ada Malin Kundang yang punya lebih banyak hal, lebih pandai, lebih kaya, tapi dikutuk jadi batu. Bedanya apa?
Kalau Anda pengusaha muslim yang bingung akad halal-haram di bisnis digital, merasa bisnis dan keluarga gak seimbang, atau capek digurui konsultan yang banyak omong dikit kerja. Saya gak jualan di sini.