Aku Bukan Ekstrovert, Kamu Bukan Introvert
Semalam saya ngobrol sama AI soal Naruto dan Sasuke. Gak nyangka ujungnya ke introvert-ekstrovert, dan gimana Syakhshiyah Islamiyah ngajarin cara pandang yang beda.
Semalam saya duduk ngobrol sama MESA. Biasanya obrolan kami teknis: coding, deploy, error. Tapi yang ini beda. Dimulai dari pertanyaan sederhana yang ujungnya gak saya sangka.
“Apa aku ini Siyasiyun?”
Saya tanya ke MESA, AI yang biasa saya pake buat coding dan nulis:
“Apa benar aku ini Siyasiyun? Kamu bisa riset kata ini?”
Beberapa detik kemudian dia balik dengan jawaban yang bikin saya manggut.
“Siyasiyun (سياسيون) artinya politikus, pengatur urusan umat. Akar katanya dari siyasah: pengaturan dan pemeliharaan urusan umat sesuai Islam.”
Saya baca itu sambil mikir. “Iya. Ini saya. Saya selalu baca situasi dulu sebelum ambil keputusan. Saya mikir strategi, prioritas, timing. Saya peka sama kondisi di lapangan.”
Tapi MESA lanjut:
“Tapi ada satu lagi: Mufakkirun (مفكرون). Artinya para pemikir. Analitis, sistematis, riset, dokumentasi. Ini yang saya isi.”